Ilma Pratidina

In Dreams and Love there are no impossibilities

My Photo
Name:
Location: Jakarta, Indonesia

Saturday, July 01, 2006

Mengambil Keputusan dengan Cepat dan Tepat

Apapun keputusan yang diambil seseorang, pasti memiliki makna penting, baik buat orang lain maupun diri sendiri. Sebuah keputusan akan mempunyai pengaruh yang sangat serius dan luas. Karena itu, keputusan harus diambil tidak hanya dengan hati-hati, tapi juga tegas, dan diputuskan dengan berani dalam keadaan sadar.

Ada 2 hal yang membedakan berdasarkan prosesnya, yaitu: problem solving (memecahkan masalah), dan decision making (membuat keputusan). Sebelum suatu keputusan diambil, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan, antara lain:
1. Memahami permasalahan
Kita harus benar² mengerti, memahami, dan mendalami masalah sehingga bisa tau persis untung-rugi atau resiko yang diambil. Pemahaman masalah jugasangat berpengaruh pada cepat lambatnya kita menetapkan suatu keputusan dari berbagai alternatif yang tersedia. Dan sebnaiknya, jangan memutuskan apa² bila kita belum benar² memahami masalah.
2. Menguasai strategi pemecahan yang jitu

Kita tentu menghendaki keberhasilan ketika mengambil keputusan dengan tepat. Namun begitu sering terjadi, keputusan yang diambil ternyata membawa dampak buruk bagi diri sendiri maupun orang² sekitar. Ini terjadi karena kita hanya menilai dari sudut pandang kita sendiri. Strategi yang bagus adalah dengan memahami sekeliling, sehingga kita bisa tau mana yang baik dan yang buruk.
3. Memili kemampuan dan keterampilan yang teruji
Seperti halnya seorang striker atau ujung tombak sepak bola, ia harus dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat ketika bola siap ditendang ke gawang. Hal ini bisa dilakukan jika ia memiliki pengalaman dan keterampilan. Dengan kata lain, kalau tidak terbiasa mengambil keputusan atau tidak terbiasa dengan masalah, kemungkinan keputusan itu akan meleset bahkan cenderung merugikan.
4. Mengenal atau mengindentifikasi resiko
Sebuah keputusan pastilah akan mendapat banyak rintangan dan tantangan, dan kita harus siap dengan itu. Bila berdasarkan kalkulasi, resiko masih bisa ditolerir, teruskanlah keputusan itu. Dalam hal ini perlu adalanya pengalaman dan konsultasi kepada ahlinya. Membuat keputusan berarti siap dan berani menanggung segala resiko yang ditimbulkan.
5. Bersikap tegas
Yang menentukan bentuk keputusan itu bukan orang lain, meski saran dan masukan orang lain cukup kuat mempengaruhi. Kita harus mempunyai konsep sendiri sebelum meminta pendapat dan saran orang lain. Biasanya orang lain akan memberikan pandangan secara garis besar dan logis. Tetapi hanya kita yang tau permasalahannya sehingga pendapat itu hanya bersifat membandingkan, memperkaya, dan memperkuat.
6. Belajar dari kesalahan orang lain
Tidak ada salahnya belajar dari kesalahan orang lain agar jangan sampai membuat kesalahan yang sama.
7. Siap menghadapi dan menerima perubahan
Ada pameo: tidak ada yang abadi di dunia ini selain perubahan. Jadi, perubahan merupakan konsekuensi logis dari pengambilan keputusan. Jika kita ragu² atau menunggu stabilitas kondisi, jelas tidak mungkin. Lebih baik bersiap² menerima resiko dari keputusan yang dibuat. Kata orang bijak, bahan² dalam membuat keputusan perlu disiapkan dengan baik. Bahan² itu adalah:
-pengetahuan yang tak henti ditambah
-keberanian secukupnya
-ketegasan yang tak berlebihan
-kejujuran penuh

:)
Selamat menjadi ahli dalam decision making!

dikutip dari: Tabloid Genie

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home