Aku nggak bisa tidur tadi malam, gelisah sampai dini hari. Membaca2 majalah swa pun juga nggak banyak membantu. Kemudian aku mulai menuliskan apa yang ada di benakku, yaitu manajemen perasaan.
Kenapa manajemen perasaan perlu?
Tentu saja.
Kadang, kita nggak bisa melakukan segalanya sesuai apa "yang kita mau". Apa yang kita inginkan, apa yang kita sukai belum tentu yang terbaik buat kita, jadi bisa dikatakan, manajemen perasaan perlu untuk mengatasi hal ini.
Kenapa begitu?
Menjalani hidup ada aturannya. Ketika kita sudah berkomitmen mengenai sesuatu, maka nggak peduli seperti apa perasaan kita, kita tetap harus menjalankannya dengan bertanggung jawab.
Bukan berarti kita jadi nggak fun, alias nggak bisa menikmati hidup.. the point is commitment. Nah, manajemen perasaan sangat diperlukan untuk kita bisa berjalan dengan tetap tegak dan berbahagia.
Bagaimana caranya:
1. Jangan menggerutu di pagi hari
Ini kebiasaan burukku sejak kecil.. susah banget ngilanginnya sampai sekarang, aku selalu teringat hal2 buruk di pagi hari, jadi aku sering menggerutu dan mengeluh di pagi hari. Dan sialnya, itu bisa mempengaruhi moodku seharian. Solusi: disiplin berdoa mulai bangun tidur (sholat & baca qur'an bagi yang muslim), bersyukur, dengan sepenuh hati nggak hanya sebagai rutinitas. Trus tersenyum :).
2. Berharap lebih sedikit
Ini juga aturan untuk merasa puas, merasa cukup, merasa kaya. Jangan banyak keinginan, jangan berharap selangit. Lupakan kita sudah merasa memberikan yang terbaik, alias jangan pamrih. Beri lebih banyak, berharap lebih sedikit.
3. Sederhanakan
Jangan cemaskan hal2 remeh dan lupakan kemarahan atau kebencian pada orang lain. Jadilah pemaaf agar kita tetap bisa maju tanpa dihambat emosi negatif, agar kita bisa terus menjalani hidup. Liat sesuatu secara proporsional dan realistis. Apabila ada ganjalan tanyakan dulu: Apakah aku bisa melakukan sesuatu pada hal ini? Apakah ini bisa aku ubah? Atau aku tak perlu lakukan apapun, hanya menerimanya saja? Jika kita sudah menjawabnya, jadikan itu simpel jangan terlalu banyak pertimbangan, tanpa kata "TAPI", "tapi begini, tapi begitu". Segera lakukan kalo emang kita harus melakukannya. Dan nggak perlu terlalu dipikirkan kalo kita nggak mampu mengubah apapun. Terima saja dan urusan beres.
4. Jangan terbiasa menunda sesuatu
Ini juga kebiasaan burukku :(. Membuatku tidak efisien dalam bekerja. hhh... ini harus diperbaiki. Solusi: when there is a will, there is a way. Jadi tinggal kemauan aja pasti bisa.
5. Tingkatkan percaya pada diri sendiri
Merasalah nyaman dengan diri kita. Katakan kita hebat, kita cerdas, kita cantik/ganteng setiap hari sebagai afirmasi positif.. tapi jangan terlalu narsis ya. Percaya diri juga jangan sampai bikin orang menjauhi kita. Jadi percaya diri secara proporsional.
6. Biasakan untuk berbagi
Terutama di saat sedih. Buang segala "kotoran", jangan biarkan kita murung sendirian, karena itu bisa bikin depresi. Sampah itu perlu dibuang, hati itu perlu dibersihkan dan ditata kembali... komputer yang benda mati aja perlu didefrag apalagi kita :p. Memang ada tipe orang yang ekstrovert ada juga yang introvert. Si ekstrovert bisa dengan mudahnya berbagi. Tapi gimana dengan si introvert? Dia pun butuh berbagi. Bisa dengan menulis diary, blog (hehehe), atau bicara dengan orang yang bener2 dipercaya. Nggak peduli ekstrovert atau introvert, berbagi merupakan kebutuhan alamiah tiap orang.
7. Menangis di saat (benar2) sedih, marah di saat (perlu) marah
Menangis bukan berarti kita cengeng..meskipun jangan berlebihan nangis di depan umum dan jangan sering2 :D. Menangis..karena kita manusia, kita bisa terluka..dan menangis sometimes bisa memberikan kekuatan bagi kita untuk handle problems. Kalo udah nangis kita akan merasa lega, pikiran lebih jernih.
Termasuk juga cowok..gpp kok nangis kalo emang situasinya berat.
Seperti ditinggal orang2 yang disayangi berturut2,dsb.
Kemudian marah..
Marah perlu disalurkan kepada orang yang tepat, dengan cara dan waktu yang tepat pula. Jangan memendam marah, gak sehat tuh.. karena bisa jadi, karena kita memendam marah, hubungan kita dengan orang2 di sekitar kita jadi memburuk, kita akan cenderung membenci mereka. Kenapa bisa gitu? Karena pada diri kita ada self-defence, kita diberi nafsu marah untuk tetap survive..dan kalo itu gak disalurkan, marah itu akan tertahan dan secara gak sengaja akan muncul dalam kehidupan sehari2..kita akan mudah membenci orang2 di sekitar kita, bukan karena mereka salah ato kita gak cocok sama mereka, tapi karena rasa marah yang tertahan di diri kita.
Walaupun begitu marah juga harus bijaksana..jangan sampai melukai perasaan orang lain. Jangan mencubit kalo kita nggak ingin dicubit :). Ingat..marahlah dengan orang yang tepat pada waktu yang tepat dan dengan cara yang tepat.
8. Mendekat kepada Tuhan
Ini yang paling penting. Dalam segala situasi :).
Jadi, untuk tetap maju, kita perlu mengatasi masalah emosional kita. Ini sangat penting, apalagi jika kita sedang menjalani sesuatu yang sebenarnya "nggak seperti yang kita mau" :)).
Sabar aja, realistis dengan apa yang ada.
Tegakkan kepala sambil tersenyum, menjadilah dewasa.. and go ahead!!!
(huehuehue, sebenernya artikel ini pas banget sama kondisiku!!! terus terang aku lumayan parah hahahaha itung2 mentor yang lagi ngajarin trainee-nya :p)