Ilma Pratidina

In Dreams and Love there are no impossibilities

My Photo
Name:
Location: Jakarta, Indonesia

Monday, October 24, 2005

Jangan dipengaruhi ritme

Barusan baca2 tentang ini di majalah..kena banget :)).
Dalam melakukan suatu pekerjaan, jangan terpengaruh oleh ritme. Entah ini karena puasa tubuh jadi lemas, atau ritme2 lain.. seperti: mood swing, lagi makan hati, patah hati atau lagi M!! :))
Huehuehue..:p Jadi malu sendiri..

Trus cara mengatasinya:
1. Jangan ubah kebiasaan yang udah settled dengan baik, karena ritme yang berubah, karena bulan puasa misalnya. Jangan karena jadwal yang molor, kita jadi ikutan molor.
2. Kerjakan pekerjaan paling berat dulu di pagi hari, mumpung tubuh dan pikiran kita masih segar, jadi siangnya kita udah bisa rada rileks.
3. Biasakan bertanggung jawab terhadap rencana kita.
4. Buatlah catatan di agenda dan koreksi kesalahan2 yang kita buat.
5. Terbuka terhadap masukan.
6. Enjoy dengan yang dilakukan.

:)All the best!

Wednesday, October 19, 2005

Whatta day!

*mode: bioritme ON*
Jadinya segala yang dilakukan lancar dan menyenangkan :)

Ketemu anak² SFT-ers, kayak Nanang (suhu SFT), Desi, Adin, Marni.. duuh, kangen nih sama mereka..
udah lama aku nggak ketemu sama mereka, sibuk dengan urusanku sendiri, bergelut dengan dunia sendiri :)).
(kalo gini kolerisnya yang kuat :D)

Oya, kemaren nemu blognya Hermawan Kartajaya
Hermawan Kartajaya aja ngeblog yaa.. uhmm aku jadi ngayal, kalo ada orang yang pengen tak temui, maka dia adalah Hermawan Kartajaya.. :D
Pengen belajar banyak dari beliau :), bagaimana jadi marketing yang hebat :)

Tapi menurutku, marketing tu nggak cuma buat bisnis..
kita semua adalah marketing bagi diri kita sendiri
Apa yang kita lakukan, seberapa baik kita melakukan sesuatu.. menjadikan kita "bernilai"
kita sendiri menciptakan "nilai" kita
dan juga bagaimana orang² mengenal kita.. itupun "nilai" kita :)

Monday, October 17, 2005

Review Resolusi 2005

Alhamdulillah :)
Bulan ini dengan program English 4 Job Hunting-ku, semua list yang kubuat menjelang pergantian tahun telah berhasil kujalani.

Ada hasil yang maksimal, yang optimal, maupun yang kurang optimal.
Buat yang kurang optimal, aku realistis aja.. misalnya: aku belum mampu ngangkat anak asuh.. tapi aku bisa datang ke Panti Asuhan, mengabdi atau bagaimanalah yang aku bisa lakukan. Dan ini aku perlu melakukannya lagi dan lagi.. soalnya dalam setahun ini, baru sekali aku ke Panti Asuhan :(, itu pun udah cukup lama.

Dalam masalah finansial, cukup menggembirakan karena ada bonus :p, aku juga langsing lho sekarang..hahaha :D
(btw, langsing juga resolusi loh.. mengingat berat badanku naek banyak pas di Bandung).

Trus ada juga yang cukup signifikan dan penting bgt, meski gak masuk daftar resolusi: skripsi (meski sampai sekarang belum 100% selesai.. Ayo Ma!! Lalui blok panjang itu!! :D).

Kemudian juga pekerjaan part-time dan organisasi yang lebih membuka wawasanku.

Sungguh...
Meski bangsa Indonesia keadaannya cukup memprihatinkan seperti ini.. (bencana di mana2, kecelakaan, penyakit, harga bahan kebutuhan pokok melambung).
Tapi aku merasa banyak keberuntungan yang kuperoleh tahun 2005 ini.
Dan semua ini nggak akan terjadi tanpa kehendakNya :).

Jadi..
menurutku ide bagus kalo aku nggak cepet puas, dan merayakannya bareng teman² :).

Sunday, October 16, 2005

Untuk Eyang Ti

Ayo semangat, terus menerus..
Doakan Eyang Ti
Kirim yasin tiap hari
Niatkan mengaji untuk Eyang Ti
Mumpung ini Ramadhan..

Semoga menjadi pahala yang tak terputus bagi beliau
Aku juga pernah dididiknya,
Aku juga merasa "anak"nya...

Ya Allah,
sayangilah Eyang Ti..
berikanlah tempat yang lebih baik di masa persinggahannya..
sebelum "masa itu" tiba..
kirimkanlah bidadari² yang patuh untuk Eyang Ti..

Ya Allah,
ampunilah segala kesalahan dan kekeliruannya..
baguskanlah rumahnya..
berilah cahaya pada wajahnya..
bahagiakanlah Eyangku..
selamanya..

Aminnnnnn.

Tuesday, October 04, 2005

Marhaban Ya Ramadhan

Nggak terasa, besok kita udah memasuki bulan Ramadhan.
Betapa senangnya, dikasih kesempatan ketemu sama Ramadhan lagi..

Sebelumnya.. mohon dimaafkan atas segala kesalahan.
Marilah kita memasuki Ramadhan dengan hati yang suci dan tekad untuk menjadikannya lebih baik dari tahun kemaren :)

Bismillahirahmanirrahim.

Saturday, October 01, 2005

Manajemen Perasaan

Aku nggak bisa tidur tadi malam, gelisah sampai dini hari. Membaca2 majalah swa pun juga nggak banyak membantu. Kemudian aku mulai menuliskan apa yang ada di benakku, yaitu manajemen perasaan.

Kenapa manajemen perasaan perlu?
Tentu saja.
Kadang, kita nggak bisa melakukan segalanya sesuai apa "yang kita mau". Apa yang kita inginkan, apa yang kita sukai belum tentu yang terbaik buat kita, jadi bisa dikatakan, manajemen perasaan perlu untuk mengatasi hal ini.

Kenapa begitu?
Menjalani hidup ada aturannya. Ketika kita sudah berkomitmen mengenai sesuatu, maka nggak peduli seperti apa perasaan kita, kita tetap harus menjalankannya dengan bertanggung jawab.
Bukan berarti kita jadi nggak fun, alias nggak bisa menikmati hidup.. the point is commitment. Nah, manajemen perasaan sangat diperlukan untuk kita bisa berjalan dengan tetap tegak dan berbahagia.

Bagaimana caranya:
1. Jangan menggerutu di pagi hari
Ini kebiasaan burukku sejak kecil.. susah banget ngilanginnya sampai sekarang, aku selalu teringat hal2 buruk di pagi hari, jadi aku sering menggerutu dan mengeluh di pagi hari. Dan sialnya, itu bisa mempengaruhi moodku seharian. Solusi: disiplin berdoa mulai bangun tidur (sholat & baca qur'an bagi yang muslim), bersyukur, dengan sepenuh hati nggak hanya sebagai rutinitas. Trus tersenyum :).

2. Berharap lebih sedikit
Ini juga aturan untuk merasa puas, merasa cukup, merasa kaya. Jangan banyak keinginan, jangan berharap selangit. Lupakan kita sudah merasa memberikan yang terbaik, alias jangan pamrih. Beri lebih banyak, berharap lebih sedikit.

3. Sederhanakan
Jangan cemaskan hal2 remeh dan lupakan kemarahan atau kebencian pada orang lain. Jadilah pemaaf agar kita tetap bisa maju tanpa dihambat emosi negatif, agar kita bisa terus menjalani hidup. Liat sesuatu secara proporsional dan realistis. Apabila ada ganjalan tanyakan dulu: Apakah aku bisa melakukan sesuatu pada hal ini? Apakah ini bisa aku ubah? Atau aku tak perlu lakukan apapun, hanya menerimanya saja? Jika kita sudah menjawabnya, jadikan itu simpel jangan terlalu banyak pertimbangan, tanpa kata "TAPI", "tapi begini, tapi begitu". Segera lakukan kalo emang kita harus melakukannya. Dan nggak perlu terlalu dipikirkan kalo kita nggak mampu mengubah apapun. Terima saja dan urusan beres.

4. Jangan terbiasa menunda sesuatu
Ini juga kebiasaan burukku :(. Membuatku tidak efisien dalam bekerja. hhh... ini harus diperbaiki. Solusi: when there is a will, there is a way. Jadi tinggal kemauan aja pasti bisa.

5. Tingkatkan percaya pada diri sendiri
Merasalah nyaman dengan diri kita. Katakan kita hebat, kita cerdas, kita cantik/ganteng setiap hari sebagai afirmasi positif.. tapi jangan terlalu narsis ya. Percaya diri juga jangan sampai bikin orang menjauhi kita. Jadi percaya diri secara proporsional.

6. Biasakan untuk berbagi
Terutama di saat sedih. Buang segala "kotoran", jangan biarkan kita murung sendirian, karena itu bisa bikin depresi. Sampah itu perlu dibuang, hati itu perlu dibersihkan dan ditata kembali... komputer yang benda mati aja perlu didefrag apalagi kita :p. Memang ada tipe orang yang ekstrovert ada juga yang introvert. Si ekstrovert bisa dengan mudahnya berbagi. Tapi gimana dengan si introvert? Dia pun butuh berbagi. Bisa dengan menulis diary, blog (hehehe), atau bicara dengan orang yang bener2 dipercaya. Nggak peduli ekstrovert atau introvert, berbagi merupakan kebutuhan alamiah tiap orang.

7. Menangis di saat (benar2) sedih, marah di saat (perlu) marah
Menangis bukan berarti kita cengeng..meskipun jangan berlebihan nangis di depan umum dan jangan sering2 :D. Menangis..karena kita manusia, kita bisa terluka..dan menangis sometimes bisa memberikan kekuatan bagi kita untuk handle problems. Kalo udah nangis kita akan merasa lega, pikiran lebih jernih.
Termasuk juga cowok..gpp kok nangis kalo emang situasinya berat.
Seperti ditinggal orang2 yang disayangi berturut2,dsb.
Kemudian marah..
Marah perlu disalurkan kepada orang yang tepat, dengan cara dan waktu yang tepat pula. Jangan memendam marah, gak sehat tuh.. karena bisa jadi, karena kita memendam marah, hubungan kita dengan orang2 di sekitar kita jadi memburuk, kita akan cenderung membenci mereka. Kenapa bisa gitu? Karena pada diri kita ada self-defence, kita diberi nafsu marah untuk tetap survive..dan kalo itu gak disalurkan, marah itu akan tertahan dan secara gak sengaja akan muncul dalam kehidupan sehari2..kita akan mudah membenci orang2 di sekitar kita, bukan karena mereka salah ato kita gak cocok sama mereka, tapi karena rasa marah yang tertahan di diri kita.
Walaupun begitu marah juga harus bijaksana..jangan sampai melukai perasaan orang lain. Jangan mencubit kalo kita nggak ingin dicubit :). Ingat..marahlah dengan orang yang tepat pada waktu yang tepat dan dengan cara yang tepat.

8. Mendekat kepada Tuhan
Ini yang paling penting. Dalam segala situasi :).


Jadi, untuk tetap maju, kita perlu mengatasi masalah emosional kita. Ini sangat penting, apalagi jika kita sedang menjalani sesuatu yang sebenarnya "nggak seperti yang kita mau" :)).

Sabar aja, realistis dengan apa yang ada.
Tegakkan kepala sambil tersenyum, menjadilah dewasa.. and go ahead!!!

(huehuehue, sebenernya artikel ini pas banget sama kondisiku!!! terus terang aku lumayan parah hahahaha itung2 mentor yang lagi ngajarin trainee-nya :p)

BBM naik

Sudahkah Anda mengisi kendaraan Anda dengan harga bensin yang baru? :))
Hari ini tepatnya...
Per 1 Oktober 2005, secara resmi BBM naik dan kabarnya pada taun depan, BBM rencananya bakal naik lagi!! Nah lo masyarakat Indonesia!! :D

Kenaikan BBM ini tentu saja akan memicu kenaikan biaya produksi. Bahkan, beberapa kendaraan umum sudah menaikkan tarifnya. Dan itu artinya, harga2 yang lain ikutan naik juga.

Waduh.. kalo gini, kita bukannya makin makmur.. tapi malah sebaliknya.
Makin banyak tekanan untuk mengganti tim ekonomi kabinet SBY.
Well, aku bukan orang yang berkompeten menanggapi hal ini..
Let's see, utang Indonesia selangit, pajak yang meningkat, harga kebutuhan pokok yang makin tinggi dari hari ke hari padahal Indonesia adalah negara kaya!!!

Hellooo.. what's wrong with the management system?

Padahal menteri2nya orang pinter semua lho!! Ataukah duit negara terlalu banyak yang lari ke tangan koruptor? Ataukah mental para pejabat ini yang harus digarap? Seberapa persen orang Indonesia yang jujur dan bertanggung jawab?

Do you have any idea?