Why we love Gede Prama
Tulisan Gede Prama selalu inspiring, mencerahkan dan menyegarkan batin. Membacanya membuat kita melihat lebih dalam, belajar menikmati keindahan hakiki dalam hidup dan mengintegrasikannya dalam keseharian.
Bahwa sebagian besar manusia terjebak dalam pemikiran Yunani mengenai dualitas; berhasil di atas gagal, senang di atas susah, kuat di atas lemah. Padahal hidup berjalan pada dua musim tersebut.
(btw, aku baru tau kalo pemikiran ini berasal dari Yunani, kukira ini nilai universal. Mungkin karena filsuf perintis berasal Yunani)
Dan ketika mata dan hati sudah dibingkai dengan syukur, maka yang tampak hanyalah keindahan dan kekayaan :). Alangkah bahagianya hidup seperti itu :).
Gede Prama juga menyatakan bahwa keberhasilan dan pujian memang memotivasi, namun kegagalan dan makian adalah obat kuat kehidupan. Manusialah yang mengkotak2kan keduanya, sehingga kita cenderung menolak obat kuat tersebut :).
Apabila kita mau melihat lebih dalam ke dalam diri, sebenarnya semua jawaban telah bersemayam di sana. Sehingga tak pantas bagi kita untuk menyesali masa lalu, mencemaskan masa depan, dan tidak puas pada masa kini. Karena segala yang tampak hanyalah keindahan, keikhlasan mengejawantah dalam perbuatan.
Gede Prama menyebut dirinya sebagai: ilmuwan, seniman, dan pencinta Tuhan.
Aku jadi inget, di dalam salah satu bukunya Kahlil Gibran pernah menyatakan bahwa manusia akan mencapai tingkatan paling sempurna dalam hidup apabila ia menjadi seorang ilmuwan namun juga seniman dan mencintai Tuhan. Seniman disini jangan diartikan harfiah, seperti seorang musisi, aktor, atau pemahat. Namun seniman adalah orang yang bekerja dengan cinta, dalam bekerja dia berkarya seakan2 sedang menyelesaikan salah satu masterpiecenya :)
Hmm..seorang Gede Prama terus berjalan sambil menyelam di kolam pengetahuan, keindahan, dan ketuhanan :).
Kok jadi iri ya? (baca: kepengen) Huahahaha :)).
Yang jelas, sikap hidup seperti ini perlu dicontoh, agar kita bisa ikhlas dalam perbuatan, ikhlas dalam bekerja serta dapat melihat kejernihan dan keindahan dalam setiap episode kehidupan. Jangan sampai debu2 keseharian menutupi pandangan kita terhadap salah satu anugrah hidup ini :).
Bahwa sebagian besar manusia terjebak dalam pemikiran Yunani mengenai dualitas; berhasil di atas gagal, senang di atas susah, kuat di atas lemah. Padahal hidup berjalan pada dua musim tersebut.
(btw, aku baru tau kalo pemikiran ini berasal dari Yunani, kukira ini nilai universal. Mungkin karena filsuf perintis berasal Yunani)
Dan ketika mata dan hati sudah dibingkai dengan syukur, maka yang tampak hanyalah keindahan dan kekayaan :). Alangkah bahagianya hidup seperti itu :).
Gede Prama juga menyatakan bahwa keberhasilan dan pujian memang memotivasi, namun kegagalan dan makian adalah obat kuat kehidupan. Manusialah yang mengkotak2kan keduanya, sehingga kita cenderung menolak obat kuat tersebut :).
Apabila kita mau melihat lebih dalam ke dalam diri, sebenarnya semua jawaban telah bersemayam di sana. Sehingga tak pantas bagi kita untuk menyesali masa lalu, mencemaskan masa depan, dan tidak puas pada masa kini. Karena segala yang tampak hanyalah keindahan, keikhlasan mengejawantah dalam perbuatan.
Gede Prama menyebut dirinya sebagai: ilmuwan, seniman, dan pencinta Tuhan.
Aku jadi inget, di dalam salah satu bukunya Kahlil Gibran pernah menyatakan bahwa manusia akan mencapai tingkatan paling sempurna dalam hidup apabila ia menjadi seorang ilmuwan namun juga seniman dan mencintai Tuhan. Seniman disini jangan diartikan harfiah, seperti seorang musisi, aktor, atau pemahat. Namun seniman adalah orang yang bekerja dengan cinta, dalam bekerja dia berkarya seakan2 sedang menyelesaikan salah satu masterpiecenya :)
Hmm..seorang Gede Prama terus berjalan sambil menyelam di kolam pengetahuan, keindahan, dan ketuhanan :).
Kok jadi iri ya? (baca: kepengen) Huahahaha :)).
Yang jelas, sikap hidup seperti ini perlu dicontoh, agar kita bisa ikhlas dalam perbuatan, ikhlas dalam bekerja serta dapat melihat kejernihan dan keindahan dalam setiap episode kehidupan. Jangan sampai debu2 keseharian menutupi pandangan kita terhadap salah satu anugrah hidup ini :).
